Sabtu, 10 Oktober 2015

Tutorial Cetak Sablon

Sejarah Singkat dan


Asal Usul Sablon Kaos

   

Sebelum kita belajar sablon menyablon mending kita tenggok sebentar  tentang gaimana sih sejarah percetakan sablon berdiri, mungkin lebih jelasnya kita langsung aja ke sejarahnya aja, sekalian biar kita kalo udah bisa nyablon kita tau juga tentang sejaranya. 

Sablon merupakan bagian teknik cetak yang dikembangkan oleh Yuzenzai Miyasaki pada tahun 1654-1736 dan Zikukeo Hirose pada tahun 1822-1890 berkebangsaan Jepang. Pada awalnya cetak sablon dikembangkan untuk mencetak kimono yang merupakan ciri khas pakaian Jepang yang memiliki motif banyak, Sablon kimono itu dilatar belakangi oleh kaisar jepang yang melarang penggunaan kimono yang dibuat dengan tulisan tangan.
   Alasan Kaisar tersebut adalah karena tingginya harga kimono motif tulisan tangan yang beredar di pasar. Dengan keluarnya kebijakan tersebut harga kimono dapat ditekan, dan kimono motif sablon mulai banyak digunakan oleh masysrakat jepang.

Selanjutnya sablon berkembang sampai daratan Eropa. Pada tahun 1851-1862 dan kemudian pada tahun 1868 Joseph Swan mendirikan dan menemukan produk autotype.

    Pada tanggal 11 Juli 1907 Samuel Simmon yang berkebangsaan Inggris mendapatkan hak patentnya untuk teknik cetak sablon. Teknik sablon yang dibuat menggunakan Chiffon sebagai pola (form) untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari gasa atau kain saring. Gambar yang tercetak akan mengikuti pola gambar yang ada pada kain gasa. Itu sebabnya teknik ini dikenal dengan sebutan silk screen printing yang berarti mencetak dengan menggunakan kain saring sutra.

   Setelah itu cetak sablon berkembang ke Amerika Serikat sehingga pada tahun 1924 pertama kalinya proses cetak sablon dilakukan di atas bahan tekstil dan kemudian pada tahun 1946 MC Kornick dan Penney menemukan mesin cetak sablon.

   Usai perang Dunia ke-2, teknik cetak saring terus berkembang pest. Inovasi-inovasi terus dilakukan hingga memunculkan genre baru yaitu teknik cetak saring moderen. Namun, teknik dasar yang di gunakan cetak saring tetap sederhana, mudah, dan murah untuk di praktekan. Karenanya, selama bertahun-tahun, pandangan orang pada teknik saring ini tetap sama, yakni usaha sambilan tetapi menghasilkan.


    Pada saat sekarang ini sablon kaos sudah semakin berkembang lagi, khususnya untuk industri kaos polos. Mulai tersedianya grosir kaos polos  dan konveksi kaos polos yang dijual di pasaran membuat semua orang bisa mencetak sablon kaos sablonnya sendiri. Alternatif pembuatan sablon kaos bukan hanya terbatas pada sablon manual dengan berbagai variasinya seperti glitter, foam, flock, glow in the dark, atau high density, dan sebagainya, namun juga sekarang ini merambah ke dunia digital. Sablon manual, sablon digital, dan yang terbaru menggunakan teknologi printer direct to garment (DTG) merupakan perkembangan dari proses cetak sablon. Teknologi ini akan terus berkembang, dan teknik print sablon kaos selalu berkembang dengan penemuan-penemuan yang baru. mungkin kaya gitu aja buat agan agan udah mempelajari ataupun membacanya semoga bermanfaat bagi semua.


Cetak Sablon Manual


macam - macam  bahan yang dapat di  sablon  sebagai berikt macam :


sablon kertas

sablon plastik

sablon kain/ kaos 

sablon bentuk silinder ( gelas, botol , bolpoin, galon dan lain lain) 

bahan bahan tentang sablon

  • cat / tinta

  • minyak

  • emulsion /obat afdrek, pemutih (untuk pemebersih plangkan/screen)

  • gambar setinagan/kertas film

 Alat Yang di butuhkan untuk sablon

  • bingkai screen / screen

  •  karet dan gagang krakel 

  • catok

  • meja sablon

  • meja lampu untuk afdruk

  • Seprayer/semprotan

  • heir dryer
     

cara seting gambar sablon / afdrek gambar pada bingkai screen 


afdrek film ke gambar dimulai dari gambar hasil tracing dan pecah warna yang telah diprint/dicetak (jangan lupa untuk menyematkan tanda cross pada setiap gambar). Jika mencetak gambar pada kertas film (kertas kalkir) maka film dapat langsung diafdrek, namun jika cetak dilakukan pada kertas HVS biasa maka film tersebut harus diolesi dengan minya goreng,  untuk mendapatkan film yang tembus cahaya. Untuk keperluan afdrek, maka kertas film harus tembus cahaya. 

pertama yang harus dilakukan adalah seperti gambar dibawah ini.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar