Kamis, 05 November 2015

Makalah Asessmen Pembelajaran

Makalah Asessmen Pembelajaran


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Dalam konteks assesmen, perbedaan cara pandang terhadap konsep belajar dan pembelajaran mempengaruhi bagaimana assesmen dirancang. Perkembangan ilmu di bidang Psikologi Pendidikan berdampak pula terhadap cara pandang guru/dosen tentang desain pembelajaran, praktik pembelajaran dan tentu saja assesmen pembelajaran. Misalnya, tren pergeseran paradigma belajar mengajar berdasarkan pendekatan behavoristik ke konstruktivistik.
Mengingat begitu pentingnya penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam mengases proses dan hasil belajar, selayaknya para guru di sekolah dan dosen di perguruan tinggi memadukan berbagai pendekatan (behavirisme dan konstruktivisme) dalam melaksanakan asesmen proses dan hasil pembelajarannya, sekedar pengatahuan awal. Berikut ini secara berurutan akan dipaparkan hakikat asesmen proses dan hasil belajar, tujuan, prinsip-prinsip asesmen proses dan hasil belajar; sasaran ranah kompetensi belajar; teknik-teknik asesmen, prosedur asesmen proses dan hasil belajar dan implikasinya dalam pembelajaran.
Dalam mendeskripsikan konsep dan kegunaan berbagai jenis asesmen, baik terstandar maupun tidak terstandar. Dalam menentukan secara spesefik alat asesmen yang akan digunakan sesuai dengan informasi yang akan dikumpulkan. Terbiasa mengakses dan menggunakan strategi asasmen yang tepat. Memiliki kemampuan dalam membimbing dan memberikan masukan kepada pihak terkait dalam menentukan strategi asesmen yang tepat.

B.  Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas kami dapat merumuskan beberapa permasalahan diantaranya:
1.      Apakah yang dimaksud dengan asesmen ?
2.      Apa tujuan assemen ?
3.      Apa prinsip asesmen ?
4.      Bagaimana cara penyusunan instrument asesmen ?
5.      Contoh rubrik asesmen ?
C.  Tujuan Masalah
1.      Mengerti dan memahami apa yang dimaksut dengan assesmen.
2.      Mengerti dan memahami tujuan  assesmen.
3.      Mengerti dan memahami prinsip assesmen.
4.      Mengerti dan memahami bagaimana cara penyusunan assesmen.
BAB II
ASSESMEN
A.  Pengertian Assesmen
Istilah asesmen (penilaian) proses dan hasil belajar  merupakan suatu kegiatan guru selama rentang pembelajaran yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi peserta didik yang memiliki karakteristik individual yang unik (Depdiknas.2006). Dalam rangka pengambilan keputusan tersebut, diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Data yang diperoleh guru selama pembelajaran berlangsung dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi atau indikator yang akan dinilai. Dari proses ini, diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dirumuskan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan masing-masing.
Assesmen merupakan proses mendokumentasikan pengetahuan, keterampilan, sikap dan keyakinan peserta didik untuk memperoleh informasi tentang apa yang diketahui, dilakukan dan dikerjakan peserta didik.
Evaluasi memiliki kesamaan dengan asesmen, dan kadang-kadang kedua istilah itu digunakan secara bergantian. Isi evaluasi dipandang lebih luas dibandingkan dengan asesmen. Assesmen dipandang sebagai proses pengukuran terhadap suatu karakteristik tertentu, seperti deskripsi tujuan. Sedangkan evaluasi dipandang sebagai proses pengukuran terhadap suatu karakteristik dan penentuan nilai atau harga suatu obyek.
Kegiatan asesmen pertama kali muncul di China pada tahun 206 SM ketika dinasti Han memperkenalkan ujian untuk membantu proses seleksi pegawai kerajaan.
B.  Tujuan Asesmen Proses dan Hasil Belajar
Popham (1995:4-13) menyatakan bahwa asesmen bertujuan antara lain untuk :
1) Mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa dalam belajar,
2) Memonitor kemajuan siswa,
3) Menentukan jenjang kemampuan siswa,
4) Menentukan efektivitas pembelajaran, dan
5) Mempengaruhi persepsi publik tentang efektivitas pembelajaran.
Sedangkan Balitbang Depdiknas (2006: 3) secara rinci menyatakan bahwa tujuan asesmen proses dan hasil belajar adalah:
a)  Untuk mengetahui tingkat pencapai kompetensi selama dan setelah proses pembelajaran berlangsung.
b) Untuk memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahannya dalam proses pencapaian kompetensi.
c) Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial.
d) Untuk umpan balik bagi guru dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan.
e)  Untuk memberikan piliha alternatif penilaian kepada guru.
f)  Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan.
C. Prinsip Asesmen Proses dan Hasil belajar
Prinsip adalah sesuatu yang harus dijadikan pedoman. Prinsip asesmen pembelajaran adalah patokan yang harus dipedomani oleh guru dalam melakukan asesmen proses dan hasil belajar. Ada beberapa prinsip dasar asesmen pembelajaran yang harus dipedomani seperti berikut ini.
a)  Memandang asesmen dan kegiatan pembelajaran secara terpadu, sehingga penilaian berjalan bersama-sama dengan proses pembelajaran.
b)  Mengembangkan tugas-tugas asesmen yang bermakna, terkait langsung dengan kehidupan nyata.
c)  Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat asesmen sebagai evaluasi diri siswa.
d) Melakukan berbagai strategi asesmen di dalam program pembelajaran untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar peserta didik.
e)  Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus peserta didik.
f)  Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan kegiatan belajar peserta didik.
g)  Menggunakan teknik  dan instrument asesmen yang bervariasi. Asesmen kelas dapat dilakukan dengan cara tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk kerja, proyek, dan pengamatan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran sehari-hari sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai.
h)  Melakukan asesmen secara berkesinambungan terhadap semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk tes formatif dan sumatif.
D. Penyusunan Instrumen Assesmen
Instrumen yang digunakan dalam penilaian meliputi tes dan nontes. langkah-langkah penyusunan instrumen disesuaikan dengan karakteristik teknik dan bentuk butir instrumennya.
a.       Penyusunan tes tertulis
1.      Memperhatikan persyaratan penyusunan tes tertulis
2.      Mengacu pada indikator pencapaian
3.      Memilih bentuk butir yang sesuai dengan indikator
4.      Membuat kunci jawaban
b.      Penyusunan pedoman observasi
1.      Mengacu pada indikator pencapaian
2.      Mengidentifikasi perilaku atau langkah kegiatan yang diobservasi
3.      Menentukan model skala yang dipakai. yakni skala penilaian (rating scale) atau daftar cek (check list).
4.      Membuat rubrik/pedoman penskoran.
c.       Penyusunan penugasan (tugas rumah/proyek)
1.      Mengacu pada indikator pencapaian
2.      Mengacu pada jenis tugas yang dikerjakan
3.      Membentuk rubrik
d.      Penyusunan Instrumen Nontes
Instrumen nontes dapat berupa pedoman wawancara/invetor. langkah - langkah penyusunan pedoman wawancara dan inventori adalah sebagai berikut :
1.      Mengacu pada indikator pencapaian. misalnya, dalam menilai akhlak peserta didik dilakukan melalui indikator antara lain : kedisiplinan (seperti kepatuhan kepada tata tertib), kejujuran (seperti kejujuran dalam perkataan dan perbuatan), tanggung jawab (seperti kesadaran untuk melaksanakan tugas), sopan santun (seperti sikap hormat kepada orang lain), hubungan sosial (seperti kemampuan dalam berinteraksi sosial dengan orang lain), percaya diri (seperti perilaku berani menyatakan pendapat), harga diri (seperti perilaku tidak mudah menyerah), motivasi diri (seperti perilaku kemampuan untuk maju), saling menghargai (seperti perilaku mau menerima pendapat), kompetisi (seperti perilaku ketegaran menghadapi kesulitan).
2.      Memilih pertanyaan/pernyataan yang tidak menuntut respons yang mengandung keberpihakan sosial (social desirability) yang tinggi.
3.      Menyediakan pernyataan yang tidak merujuk pada hal-hal yang benar atau salah
4.      Menentukan jenis skala yang dipilih dan pedoman penskorsnya
E.   Contoh Rubrik Assesmen
1.      Rubrik assesmen untuk makalah
sifat tugas : individu/kelompok*)
nama          : ……………………
tugas ke     : ……………………
No.
Aspek Penilaian
Indikator
Bobot
Skor
Nilai
1
Pemahaman
Tingkat pemahaman mahasiswa terhadap tugas yang dikerjakan
15
5
75
2
Argumentasi
Alasan yang diberikan
siswa dalam menjelaskan persoalan dalam tugas yang dikerjakan
25
5
125
3
Kejelasan
a.    Tersusun dengan baik.
b.    Tertulis dengan baik.
c.    Mudah dipahami.
5
5
5
5
5
5
25
25
25
4
Informasi
a.    Akurat
b.    Memadai
c.    Penting
15
15
15
5
5
5
75
75
75


100


          keterangan : *) coret salah satu
          petunjuk :
          skor           = 0,1,2,3,4,5
          nilai akhir = (Bobot x skor) :5



BAB III
KESIMPULAN
A.  Kesimpulan
Assesmen merupakan proses mendokumentasikan pengetahuan, keterampilan, sikap dan keyakinan peserta didik untuk memperoleh informasi tentang apa yang diketahui, dilakukan dan dikerjakan peserta didik.
Evaluasi memiliki kesamaan dengan asesmen, dan kadang-kadang kedua istilah itu digunakan secara bergantian. Isi evaluasi dipandang lebih luas dibandingkan dengan asesmen. Assesmen dipandang sebagai proses pengukuran terhadap suatu karakteristik tertentu, seperti deskripsi tujuan. Sedangkan evaluasi dipandang sebagai proses pengukuran terhadap suatu karakteristik dan penentuan nilai atau harga suatu obyek.
B.  Saran
Mengingat begitu pentingnya penguasaan pengetahuan dan keterampilan dalam mengases proses dan hasil belajar, selayaknya para guru di sekolah dan dosen di perguruan tinggi memadukan berbagai pendekatan (behavirisme dan konstruktivisme) dalam melaksanakan asesmen proses dan hasil pembelajarannya, sekedar pengatahuan awal. Berikut ini secara berurutan akan dipaparkan hakikat asesmen proses dan hasil belajar, tujuan, prinsip-prinsip asesmen proses dan hasil belajar; sasaran ranah kompetensi belajar; teknik-teknik asesmen, prosedur asesmen proses dan hasil belajar dan implikasinya dalam pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar